
LANDAK - Setelah sempat mendapatkan rawatan selama dua hari, bayi lelaki yang mengalami kecacatan di bahagian kepala dan memiliki daging yang tumbuh menyerupai ekor sepanjang tiga sentimeter itu akhirnya meninggal pada Jumaat (15/10/2010), di Pusat Kesihatan Masyarakat (Puskesmas) Mandor, Landak, Kalimantan Barat.
Bayi malang anak kepada pasangan, Asui (17) dan Dami (22) tersebut dianggarkan telah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 pagi waktu tempatan. Ini kerana saat pemeriksaan pada jam 6.00 pagi, keadaan bayi tersebut sudah kaku.
"Ketika itu jururawat akan memberi makan kepada bayi, namun setelah diperikasa bayi itu sudah tidak bernyawa lagi. Kami memang selalu melakukan rondaan tiga jam sekali. Dianggarkan dia meninggal sekitar pukul 4.00 pagi," kata Dr Mandor Grace Dewi Indrawati.
Grace berkata lagi, keadaan bayi yang mengalami kecacatan sedemikian memang sangat sukar untuk bertahan hidup dalam jangka waktu yanglama. Ini di atas faktor keperluan bayi tersebut tidak normal seperti bayi normal, apalagi dai tidak memiliki tengkorak kepala, sehingga menyebabkan ketahanan tubuhnya menjadi lemah.
Jana Sebulan Dengan Affiliate TuneTalk. Dilindungi eTiqa Insuran bernilai RM100,000 dan Tiket Penerbangan AirAsia PERCUMA berdasarkan jumlah Top-up terkumpul anda !!