blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Masukkan email anda:

Disediakan oleh: FeedBurner

PULAKDAH FRIENDS

TERKINI! :Tan Sri Mohamed Yaacob Meninggal Dunia

Tuesday, September 8, 2009
Alfatihah ke atas pemergian Tan Sri Mohamed Yaacob, bekas Menteri Besar Kelantan.
Moga Allah menempatkan arwah dikalangan orang-orang yang soleh.

Beliau meninggal di Hospital Pantai Kuala Lumpur.Jenazah Allahyarham kini ditempatkan di rumahnya di Taman Tun Dr Ismail, Kuala Lumpur dan dijangka dikebumikan di Tanah Perkuburan Islam Bukit Kiara selepas solat Zohor pada Selasa.
Allahyarham menceburi bidang politik sejak tahun 1950 dengan menyertai Umno dan bertanding buat kali pertama dalam pilihan raya umum pada tahun 1969 dengan memenangi kerusi Parlimen Tanah Merah.

Beliau pernah memegang jawatan menteri Kabinet sebelum dilantik sebagai Menteri Besar Kelantan pada 1978 dan kekal dalam jawatan itu sehingga PAS menewaskan Umno untuk membentuk kerajaan negeri baru pada 1990.

Allahyarham yang dilahirkan di Palekbang, Tumpat itu juga pernah dilantik sebagai Yang Dipertua Dewan Negara pada 1996.

Sebelum itu, Allahyarham pernah berkhidmat dalam pelbagai jawatan kerajaan termasuk sebagai setiausaha sulit kepada Almarhum Sultan Kelantan, majistret, timbalan pendakwa raya dan Penasihat Undang-undang di Terengganu dan Johor.
Read Full 0 comments

"Kasi saja lagu itu ke Malaysia. Mereka belum punya lagu kebangsaan," Soekarno

Soebroto, salah satu pemain Orkes Studio Djakarta menunjukkan kliping tentang Saiful Bahri serta kelompok orkesnya di kantor Perum Lokananta, Solo, Jateng,


Solo - Ahli waris pencipta lagu "Terang Bulan", Aden Bahri, mengungkapkan, Presiden Soekarno meminta ayahnya, Saiful Bahri, untuk menyerahkan lagu "Terang Bulan" kepada Malaysia.

"Mantan Presiden Soekarno meminta penyerahan lagu itu pada awal 1960-an," kata Aden Bahri di Solo, Jateng, Rabu.

Hal tersebut, lanjutnya, dikuatkan berdasarkan keterangan salah seorang saksi kejadian tersebut yang juga merupakan teman satu grup ayahnya di Orkes Studio Djakarta, Soebroto.

"Pak Broto yang berada di lokasi kejadian saat itu mengakui hal yang sama," katanya.

Mengenai tuntutan pihak keluarga Saiful Bahri, dia mengatakan, pihak keluarga meminta Pemerintah Indonesia untuk membantu keluarga dalam melindungi lagu "Terang Bulan", yang juga menjadi salah satu aset budaya Indonesia.

"Pemerintah harus lebih tegas dan bersikap lebih keras dalam melindungi seluruh aset budaya Indonesia, termasuk lagu yang diciptakan ayah saya," kata Aden Bahri yang sekarang tinggal di Jakarta.

Sementara itu, mantan anggota Orkes Studio Djakarta, Soebroto mengatakan, mantan Presiden Soekarno meminta Saiful Bahri untuk menyerahkan lagu "Terang Bulan" antara 1961 hingga 1962, "Seingat saya saat itu adalah perayaan HUT Republik Indonesia,".

Dia mengatakan, kalimat yang diucapkan Soekarno ketika itu, "Ful, kasih saja lagu itu ke Malaysia. Mereka belum punya lagu kebangsaan,".

"Saat itu yang menjadi saksi tidak hanya saya, tetapi banyak. Dr. Johannes Leimena menjadi saksi yang masih saya ingat," katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, dia sudah tidak ingat siapa lagi yang menjadi saksi kejadian tersebut.

"Yang jelas, pesan Soekarno sangat jelas terdengar karena saya hanya berjarak sepuluh meter dari pembicaraan antara Soekarno dan Saiful Bahri," kata Soebroto.

Pernyataan yang disampaikan Soebroto tersebut saat ini belum dapat dibuktikan kebenarannya dan dihadapkan dengan catatan sejarah yang menunjukkan bahwa kemerdekaan Malaysia terjadi pada 31 Agustus 1957.

Menanggapi pengakuan tersebut, Kepala Lokananta, Ruktiningsih mengatakan, perusahaan rekaman Lokananta menyerahkan rekaman lagu "Terang Bulan" yang sudah digandakan.

"Kami berharap rekaman lagu tersebut dapat dipergunakan oleh Aden untuk mengurus hak-haknya sesuai dengan pengakuannya sebagai ahli waris pencipta lagu tersebut," katanya.

Dia mengatakan, hingga saat ini Lokananta yang menjadi perusahaan yang merekam dan menggandakan lagu "Terang Bulan" tidak memiliki catatan mengenai pencipta lagu tersebut.

"Jika pengakuan pihak ahli waris terbukti, kami akan mencatat nama Saiful Bahri ke dalam data pencipta lagu yang ada di perusahaan ini," kata Ruktiningsih.


Sumber : ANTARA News
Read Full 1 comments

Dimana Tahap Keselamatan Negara?

Alain Robert



Tindakan Alain Robert, ‘Spiderman’ dari Perancis yang berjaya menakluk Menara Petronas minggu lalu tanpa diketahui oleh pengawal keselamatan, termasuklah pihak polis jadi tanda tanya kepada tahap keselamatan negara.

Kejayaan itu mungkin satu pengalaman manis buat 'Spiderman' tetapi hakikatnya ianya satu perkara yang memalukan buat sistem keselamatan. Mujurlah dia hanya memanjatnya untuk jadi terkenal dan bukannya ingin memasang bom atau kamera pengintip.


4 Julai lalu, mantan PM Thailand, Thaksin Sinawatra yang dikehendaki di negaranya, berjaya melepasi sistem keselamatan negara di Lapangan Terbang Sultan Abd Aziz.
Apa yang terjadi ya?
Thaksin yg seorang VIP pun boleh bolos inikan pula Spiderman yang bukan VIP.

Dimana tahap keselamatan kita...

Polis yang mengetahui Alain berada di negara ini sepatutnya lebih awal membuat pemantauan memandangkan kehadirannya dua kali sebelum ini mempunyai kaitan dengan niatnya memanjat Menara Petronas. Rakyat pastinya bimbang dengan jaminan keselamatan dalam negara selepas tragedi ini kerana ancaman dari luar boleh masuk bebas tanpa diketahui.
Sumber : Tarmizi Mohd Jam

Read Full 0 comments
Related Posts with Thumbnails

Hot Blog

 

© Black Newspaper Copyright by Pulakdah! | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks